HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR WARING SAYUR & WARING IKAN
Menyediakan: waring sayur, karung waring, karung jaring, waring merah, waring kuning, waring ikan, waring pagar, waring hitam, waring keramba, dll.

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Sejarah dari Singkong, Si Ubi yang Jadi Sumber Karbohidrat

Jual Waring Sayur High Quality - Lim Corporation

Singkong di Indonesia dikenal dari sumber karbohidrat. Budidaya singkong juga telah banyak dilakukan. Konon, sejarah budidaya singkong di Indonesia diperkenalkan pada waktu kolonialisme pada Hindia Belanda ratusan tahun silam.

Nama singkong sendiri terkenal di Indonesia buat merujuk untuk tanaman umbi ini. Nama ini biasanya banyak digunakan di daerah Jawa Barat. Bahasa Sunda singkong ialah sampeu. Di daerah Jawa, singkong disebut juga pohung. Sementara, dalam bahasa Sangihe, singkong disebut bungkahe serta disebut kasubi dari masyarakat Gorontalo serta Tolitoli.

Baca Juga : 
Bahasa Melayu yang banyak dipakai di Indonesia mengenal singkong sebagai ubi kayu ataupun ketela pohon. Akar kata ketela berasal dari kata ‘castilla’ yang dibaca kastilya. Kata ini merujuk terhadap bangsa Portugis serta Castilla ataupun Spanyol yang membawa singkong menjadi salah satu tanaman budidaya di Indonesia.

Sejarah singkong di Indonesia bermula pada orang-orang Portugis sesudah menyambangi Brazil pada abad ke-16. Masuknya singkong ke Indonesia berawal di Maluku pada abad ke-16 tersebut.

Tanaman umbi ini mulai memasuki Kabupaten Jawa Timur pada 1852. Itu pun tidak memperoleh banyak perhatian sebab singkong belum banget terkenal di Jawa. Tetapi, konsumsi singkong meningkat pesat pada awal abad ke-20.

Tak hanya konsumsi yang meningkat, budidaya singkong juga semakin disukai. Di Pulau Jawa, singkong menjadi primadona. Produktivitas singkong juga melonjak drastis.

Popularitas singkong tak hanya dalam bentuk mentahnya. Hindia Belanda pernah menjadi salah satu penghasil tepung tapioka terbesar di dunia. Prestasi ini pasti tak lepas dari banyaknya petani singkong yang ada di daerah kolonialismenya, yaitu Indonesia.


Hal tersebut masih berlangsung sampai sekarang. Saat ini, singkong dikenal sebagai salah satu makanan pokok di Indonesia serta juga padi-padian, jagung, serta sagu. Kandungan pati yang tinggi tetapi rendah kadar glukosa lumayan membuat singkong mempunyai sedikit rasa manis.

Konsumsi singkong sendiri harus dilakukan secara hati-hati sebab mempunyai kadar asam sianida yang lumayan tinggi. Tetapi, Anda tidak perlu khawatir sebab sianida dari singkong dapat diatasi dengan cara ini.

Seiring sama berjalannya waktu, singkong menjadi komoditas yang menjanjikan. Indonesia bahkan menjadi negara keempat penghasil singkong paling banyak di dunia. Singkong tersebut dimanfaatkan buat konsumsi contohnya varietas N1 Mekarmanik, maupun buat industri seperti varietas Adira 2.
Produsen Waring Sayur Surabaya
* Info mengenai harga Waring Sayur silakan klik tautan berikut ini http://bit.ly/hargawaringsayur

Bila Anda Membutuhkan atau Ingin Memesan Waring Sayur atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk penanganan pasca panen tanaman atau untuk yang lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dan untuk pemesanan Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

CATATAN:
– Minimal order 5 Ball
– 1 Ball = 1.000 lembar
– Harga netto ( tidak termasuk PPN )
– Harga franco Surabaya, belum Termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah Setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah dari Singkong, Si Ubi yang Jadi Sumber Karbohidrat"

Posting Komentar