HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR WARING SAYUR & WARING IKAN
Menyediakan: waring sayur, karung waring, karung jaring, waring merah, waring kuning, waring ikan, waring pagar, waring hitam, waring keramba, dll.

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Ingin Tanaman Hidroponik Tumbuh Optimal? Perhatikan 3 Hal Ini!

Jual Waring Sayur Harga Murah - Lim Corporation

Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai tanah sebagai media tanam. Hidroponik ini banyak digemari oleh petani-petani modern terutama yang berada di perkotaan karena selain menghemat tempat, hasil tanaman memiliki harga jual yang lebih tinggi. Menanam dengan menggunakan hidroponik ini juga dapat dilakukan oleh siapapun tanpa harus memiliki kemampuan khusus.

Perawatan tanaman pada hidroponik ini akan berbeda dengan perawatan tanaman yang ditanam secara konvensional. Perawatan yang tepat akan menghasilkan tanaman dengan kualitas terbaik dan sebaliknya jika perawatan dilakukan dengan tidak tepat maka tanaman bisa rusak dan mati.

Baca Juga  : 
Berikut ini 3 hal yang perlu kamu perhatikan dalam budidaya hidroponik agar tanaman yang kamu hasilkan tumbuh optimal.

Kualitas air

Air merupakan salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan dalam budidaya dengan hidroponik. Hal ini disebabkan air menjadi media tumbuh bagi tanaman dan digunakan juga untuk melarutkan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Air yang digunakan harus dengan kualitas yang baik dan hindari penggunaan air yang telah tercemar polusi atau limbah.

Kualitas air dapat dilihat dari berbagai indikasi, seperti pH dan kadar mineral terlarut. pH dan kadar mineral terlarut ini akan mempengaruhi kemampuan akar tanaman dalam menyerap nutrisi yang diberikan. Tanaman hidroponik menghendaki air dengan nilai pH optimal (netral), yaitu sekitar 5.5 – 7.5. pH yang terlalu asam (di bawah 5.5) akan menyebabkan sel-sel akar tanaman menjadi rusak, sedangkan pH di atas 7.5 (basa) dapat menghambat kinerja akar dalam menyerap nutrisi.

Mineral terlarut juga menjadi tolak ukur kualitas air karena jumlah mineral ini akan menentukan kemampuan akar dalam menyerap nutrisi yang diberikan. Rata-rata di Indonesia, nilai mineral terlarut pada air tanah sekitar 150-250 ppm sedangkan untuk PDAM memiliki nilai mineral terlarut yang lebih tinggi, yaitu di atas 250 ppm.

Nilai mineral terlarut yang terlalu tinggi akan menyebabkan air nanti tak mudah masuk ke dalam sel-sel perakaran tanaman. Oleh sebab itu, baiknya memilih air dari sumber mata air yang bersih dan belum tercampur bahan kimia lainnya.

Kondisi larutan nutrisi

Hidroponik menggantikan fungsi tanah sebagai penyedia bahan makanan atau nutrisi bagi tanaman dengan adanya pemberian larutan nutrisi. Larutan ini merupakan percampuran antara air dengan beberapa jenis pupuk dari unsur makro dan mikro. Setiap tanaman memiliki formula yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan tanaman itu sendiri.

Nutrisi ini biasa kita kenal dengan AB Mix yang akan dengan mudah ditemui di toko saprodi dan juga beberapa penjualan online yang ada. AB Mix terdiri dari berbagai unsur makro seperti Nitrogen (N), Kalsium (Ca), Fosfor (P), Magnesium (Mg), Kalium (K) dan sulfur (S), serta unsur mikro seperti Mangan (Mn), Besi (Fe), Magnesium (Mg), Klor (Cl), Boron (B), Seng (Zn) dan Milodenum (Mo). Dalam pengaplikasiannya kamu perlu melihat kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Bukan hanya jumlah unsur hara, dalam larutan nutrisi kita juga perlu memeriksa kondisi pH, EC dan ppm pada larutan nutrisi agar sesuai dengan tanaman yang dibudidayakan. Setiap tanaman memiliki nilai toleransi yang berbeda-beda.


Anda dapat mengukur ketiga indikator ini dengan memakai pH meter untuk mengukur pH, EC meter untuk mengukur EC pada larutan dan TDS meter untuk mengukur ppm. Sesuaikan dengan kondisi yang dibutuhkan tanaman, kamu bisa mencarinya di beberapa literatur yang ada.

Kondisi lingkungan dan perakaran tanaman

Bukan hanya air dan nutrisi saja yang perlu diperhatikan namun juga kondisi tanaman dan juga lingkungan sekitar. Kondisi tanaman yang dimaksud adalah bagian akar tanaman yang harus dipastikan mampu menerima nutrisi yang diberikan.

Pastikan instalasi terpasang dengan benar sehingga larutan nutrisi dapat menyentuh semua perakaran tanaman yang ada. Pastikan juga akar tanaman dalam kondisi sehat dan tidak membusuk atau rusak, hal ini dapat dilihat dari kondisi tanaman yang tumbuh.

Jika tanaman dalam kondisi segar maka akar tanaman dalam kondisi yang baik, tapi jika tanaman dalam kondisi layu atau timbul masalah lain maka periksa perakaran yang ada. Perakaran tanaman dalam hidroponik ini menjadi kunci utama tanaman untuk tumbuh baik atau tidak. Hal ini dikarenakan akar ini menjadi salah satu pintu masuk untuk nutrisi selama pertumbuhan.

Itulah tiga hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya secara hidroponik agar tanamanmu dapat tumbuh dengan baik. Yuk ciptakan kebun sayur hidroponik milikmu sendiri di rumah, sekaligus jadi solusi bagi kamu yang ingin berkebun namun memiliki lahan yang tidak luas.
*Info mengenai harga Waring Sayur silakan klik http://bit.ly/hargawaringsayur

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Waring Sayur atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk penanganan pasca panen tanaman atau untuk yang lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dan untuk pemesanan Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan :
– Minimal order 5 Ball
– 1 Ball = 1.000 lembar
– Harga netto ( tidak termasuk PPN )
– Harga franco Surabaya, belum Termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah Setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ingin Tanaman Hidroponik Tumbuh Optimal? Perhatikan 3 Hal Ini!"

Posting Komentar