HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR WARING SAYUR & WARING IKAN
Menyediakan: waring sayur, karung waring, karung jaring, waring merah, waring kuning, waring ikan, waring pagar, waring hitam, waring keramba, dll.

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Penyakit Panama Menyebar, Tanaman Pisang Terancam Punah?

Jual Waring Sayur Haga Pabrik - Lim Corporation

Di negara Barat, buah strawberry dan raspberry lebih populer, Tetapi negara Asia Tenggara memilih mangga dan leci sebagai buah favorit. Namun, buah yang dikonsumsi hampir semua penduduk dunia adalah pisang jawabannya.

Namun, sejak berabad lalu hingga saat ini, jenis pisang paling populer adalah cavendish, pisang tersebut mempunyai risiko penyakit Panama. Patogen jamur itu dapat menyeberangi benua dan menembus karantina,lalu menyebar ke seluruh Asia Selatan, Afrika, Timur Tengah, dan Australia.

Baca Juga :
Penyakit Panama, yang merupakan jamur tanah, membuat pisang yang populer pada masa lalu, Gros Michel, hampir punah pada tahun 60-an. Efeknya pertama kali ditemukan pada 1876, ketika penyakit yang membuat layu pisang dilaporkan ada di pertanian Australia. Pada 1890, penyakit yang tersebut muncul di pertanian Gros Michel di Costa Rica dan Panama, dan 20 tahun kemudian, diketahui penyebabnya adalah jamur Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc).

Jamur ini sangat efisien dalam menginfeksi tanaman pisang, dan akan terjadi kerusakan parah. Jamur tersebut mampu berpindah melalui air ataupun tanah, Foc bisa 'tidur' di tanah selama 30 tahun, dan sulit untuk mengetahui keberadaannya tanpa pengetesan berkelanjutan (yang tidak ada metodenya). Sekali sudah menempel di indung, jamur itu mampu menemukan cara ke sistem akar dan berjalan ke segel xylem, transporter utama air.

Dari sini, jamur mengganggu sistem vaskular, yang mengakibatkan tumbuhan cepat melayu dan mengering, dan berubah warna menjadi kuning-cokelat sebab kekurangan air. Setelah itu tanaman akan mati dengan cepat karena dehidrasi.

Sebelum petani sempat mendeteksinya, penyakit Panama menyebar melalui sebagian besar tanaman pisang Gros Michel, menghapuskan sebagian besar populasinya kecuali di daerah tertentu di Thailand, di mana sebuah pertanian kecil membuat varietas pisang itu tetap hidup.


"Untungnya, ada pengobatannya: pisang Cavendish, dipelihara sebagai spesimen penting di taman botani Inggris dan dikoleksi United Fruit Company Honduras, diidentifikasi sebagai pengganti yang lebih tahan penyakit dibanding Gros Michel," ungkap periset dari Wageningen University dan pusat riset di laporan PLOS Pathogens, dikutip Science Alert, Rabu (2/12/2015).

"Cavendish 'lahir' dari kloning baru, seiring dengan teknik budaya membentuk jaringan baru, membantu menyelamatkan dan mampu memproduksi secara global."

Penyakit Panama dalam Bentuk Baru dari Indonesia

Namun kini penyakit Panama kembali, dalam bentuk suku baru yang disebut VCG01213 atau Tropical Race 4 (TR4). Tim yang dipimpin oleh periset tanaman Nadia Ordonez telah mengonfirmasi bahwa TR4 adalah satuan kloning dari penyakit Panama, dan secara sendiri, mengakibatkan terhapusnya tanaman Cavendish dari seluruh dunia secara berbondong-bondong.

"Kami mengetahui bahwa asal usul TR4 dari Indonesia, dan disebarkan dari sana, lalu kemungkinan ia masuk  ke Taiwan, ke China, dan daerah Asia Tenggara lainnya," ungkap Gert Kema, salah satu dari tim.

Ia juga berhasil mengidentifikasi jamur mematikan yang ditemukan di Pakistan, Lebanon, Jordan, Oman, dan Mozambique, serta Australia dan Timur Laut Queensland.

Bagi petani pisang di luar sana, ini bukan berita baru. Studi telah mengonfirmasi kecurigaan yang sudah ada sejak tahun 80-an, bahwa Cavendish bisa jadi tahan pada penyakit Panama yang memusnahkan Gros Michel, namun tetap berisiko kena TR4.

Fakta bahwa pisang Cavendish tak berbiji adalah klon satu sama lain. Ini berarti mereka tidak punya keragaman genetis. Oleh karena itu, populasi pisang yang masih bertahan ada kemungkinan  bisa selamat dan  berkembang.

Kesimpulannya, pisang yang kita makan tak akan punah dalam semalam, namun akan mengalami penurunan cepat jika tak ada perubahan.


"Perlu waktu untuk Tropical Race 4 menyebar. Namun sekali berakar, penurunan tak dapat terhindarkan," ungkapnya.

"Taiwan, contohnya, kini mengimpor sekitar 2 persen pada akhir 60-an, ketika Tropical 4 pertama ditemukan," ujar Kema lagi.

Perbaikannya tak mudah, Ordonez dan tim merekomendasikan perubahan strategi drastis. Hal terpenting yang bisa dilakukan komunitas internasional adalah mengeliminasi tanaman yang terinfeksi. Untuk mewujudkannya, ilmuwan perlu menemukan tes diagnostik baru yang bisa mendeteksi penyakit di pertanian dan batas karantina. Tidak hanya itu, perlu juga dipikirkan pengganti Cavendish.

"Mengembangkan varietas baru pisang, bagaimanapun membutuhkankan investasi besar-besaran pada riset dan perkembangan, dan mengakui pisang sebagai makanan utama dunia, dan hasil bumi untuk perdagangan yang mendukung kehidupan jutaan petani pemilik lahan kecil," begitu kesimpulan riset tersebut.

* Info mengenai harga Waring Sayur silakan klik http://bit.ly/hargawaringsayur

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Waring Sayur atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk penanganan pasca panen tanaman atau untuk yang lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dan untuk pemesanan Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan :
– Minimal order 5 Ball
– 1 Ball = 1.000 lembar
– Harga netto ( tidak termasuk PPN )
– Harga franco Surabaya, belum Termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah Setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyakit Panama Menyebar, Tanaman Pisang Terancam Punah?"

Posting Komentar