Kamis, 14 September 2017

Lakukan 4 Cara Ini, Jika Anda Ingin Sukses Budidaya Ikan Baung!

Baung ialah nama sekelompok ikan yang tergolong dalam keluarga Hemibagrus, yang bersuku Bagridae. Ikan ini tersebar luas di wilayah India, Cina Selatan, serta Asia Tenggara dan juga populer dengan banyak sebutan nama di beberapa daerah, semisal ikan duri, baong, baon, bawon, senggal dan juga singgah, tagih/tageh, niken, tiken, siken, tiken bato, serta masih banyak nama lainnya.

1. Pemilihan Lokasi Kolam
Hal pertama guna ingin menekuni bisnis budidaya ikan baung, ialah Anda harus memilih letak lokasi strategis guna membuidayakannya. Lokasi guna kolam budidaya baung ini haruslah kolam tanah dengan air tenang.

Untuk tanah yang cocok guna kolam ialah tanah yang bersfat kokoh/kuat, bisa menampung banyak air, bersifat subur, tak berbatu, sumber air tidak gampang kering ketika kemarau, serta pula terhindar jauh dari polusi limbah serta bahan beracun.

Sifat fisika kimia air, semisal suhu air lebih baik dikisarkan antara 26—30°C, untuk pH dikisarkan antara 4—9 ppm, dan untuk kandungan oksigen minimal sekitar 1 mg/liter serta optimalnya ialah 5—6 ppm, terakir ialah kandungan NH3 tak kurang dari angka 1,5 .

Baca Juga : Panduan Lengkap & Praktis Budidaya Nanas "Buah Rumah Spongebob"

2. Konstruksi Kolam
Untuk bentuk pada kolam sendiri, lebih baik bentuk empat persegi panjang, dan bentuklah pematang trapesium menggunakan kemiringan sekitar 1:1, serta pada bagian atas di pematang bisa ditanami beberapa tanaman air guna mencegah/menghindari terjadinya erosi. Ketinggian pematang berkisar antara 1,5 — 2 meter yang bisa diberikan tanah maupun tembok.

3. Persiapan Kolam
Keringkan dahulu dengan di diamkan saja lalu berikan kapur CaCO3 yang berdosis 180—370 kg per hektar atau pertahun guna membasmi pemangsa serta hewan lain yang membahayakan hidup ikan. Tak hanya itu, langkah tersebut dikerjakan guna mengurangi tingkat keasaman pada tanah serta air kolam.

Kolam bisa pula diberikan pupuk seperti pupuk organik 1kg per m2 atau tiap periode maaupun dengan pupuk anorganik 1 gram per m2 atau tiap periode.

Ketinggian air budidaya sekitar 0,5 m serta debit air sekitar 10—15 liter/detik per hektar. Satu langkah sebelum air di masukkan ke dalam kolam budidaya, pintu pada masuknya air diberikan saringan guna mencegah hama serta kotoran yang bisa masuk ke dalam kolam pemeliharaan.

Jangan Lewatkan : Pabrik dan Distributor Jual Waring Sayur, Karung Jaring, Sak Jaring

4. Penebaran Benih
Proses ini dikerjakan sesudah air didiamkan sekitar kurang lebih 1 bulanan, menggenang pada kolam ikan. Untuk kedalaman air sendiri, lebih baik sekitar 50—80 cm. Bibit ikan yang disebarkan perlu berukuran sekitar 2—3 gram berkepadatan tebar sekitar 60—100 ekor per m2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar