Senin, 19 Juni 2017

Cara Budidaya Uwi Kelapa, Tanaman yang Sudah Mulai Langkah


Tanaman uwi pada umumnya memiliki batang berbentuk persegi dan berwarna sesuai dengan jenisnya. Batang tanaman uwi membelit pada tegakan pohon dan bisajuga menjalar di permukaan tanah. Batang uwi tidak memiliki duri begitu juga dengan akarnya. Daun uwi termasuk daun tunggal dengan bentuk jantung yang memanjang. Warna daun juga sesuai dengan jenis uwinya. Bunga berbentuk tandan dan berwarna hijau. Tanaman uwi berasal dari Asia tenggara kemudian menyebar ke India.

Uwi kelapa tersebar luas di kawasan Asia tropika dan pertama kali dibudidayakan di Indonesia. Di Timor Barat terdapat dan tersebar serta dibudidayakan sebagai tanaman ladang atau tanaman pekarangan. Uwi kelapa mempunyai umbi dengan bentuk tidak beraturan dan dengan banyak akar kasar di bagian pangkal batang. Daging umbi berwarna putih, krem, atau ungu cerah. Batang muda bersegi empat dan bersayap. Daunnya berbentuk jantung, bertulang 5 sampai 7 termasuk tulang daun utama. Tangkai daun bersemu kemerahan di bagian pangkal dan dasar daun. Uwi ini menghasilkan umbi udara yang berukuran kecil. Dalam bahasa Inggris disebut water yam, winged yam, atau purple.
*Baca juga Pentingnya Waring Sayur Untuk Hasil Bumi Perkebunan dan Pertanian

Tanaman ini tumbuh pada musim hujan dan kemudian mengering pada musim kemarau. Batang bisamencai panjang lebih dari 10 m, bercabang banyak, dengan pucuk muda dan pangkal tangkai daun berwarna ungu bersemu merah. Daun berbetuk jantung, duduk berhadapan, bertangkai panjang, panjang sampai 20 cm. Bunga jantan berbentuk malai dengan panjang sampai 30 cm, terbentuk pada ketiak daun, terdiri atas banyak bunga tunggal berukuran kecil, bunga betika berbentuk spike dan ukuran yang lebih kecil, bunga jantan dan betina terbentuk pada tanaman yang berbeda. Buah berupa buah kapsul beruang tiga yang di dalamnya terbisabiji bersayap. Uwi kelapa menyerupai uwi umbi udara, tetapi uwi umbi udara mempunyai umbi dalam tanah yang berukuran lebih kecil, daun yang duduk berselang-seling, dan menghasilkan lebih banyak umbi udara.

Tanaman jenis ini bisa tumbuh di berbagai jenis tanah bahkan di daerah pegunungan yang kering dan berkapur. Tanaman uwi akan tumbuh besar jika ditambatkan pada pohon randu, lamtoro, ataupun pohon yang lainnya yang tidak memiliki akar serabut. Semakin tinggi rambatan atau panjatannya, umbi yang dihasilkan oleh uwi juga akan semakin besar. Hal ini karena akan semakin banyak cahaya matahari yang bisa diterima oleh uwi untuk melakukan proses fotosintesis.

Tanaman uwi dapat diperbanyak dengan cara menggunakan tunas yang tumbuh pada kepala umbi. Penanaman dilakukan pada musim hujan dengan menanam langsung tunas pada lubang yang telah disediakan. Lubang tersebut kemudian ditutup dengan tanah yang sudah dicampur dengan seresah. Pupuk yang digunakan hanya pupuk kompos karena pupuk kandang bisa menyebabkan umbi uwi menjadi busuk.

Tanaman ini bisa dipanen pada saat tanaman sudah berumur minimal satu tahun. Akan tetapi, pemanenan yang dilakukan setiap tiga tahun sekali bisa membuat umbi uwi mencapai berat hingga 50 kg. pada musim kemarau, tanaman akan mengalami dormansi dan akan tumbuh kembali ketika musim hujan datang atau pada saat kelembaban tanah mencukupi.
*Info harga terupdate untuk waring sayur silahkan dicek DISINI

Umbi dari tanaman ini bisa dimanfaat kan serta di olah menjadi berbagai olahan. Pengolahan umbi uwi sangat sederhana yaitu cukup dikukus, diebus, digoreng, ataupun dibakar. Hingga saat ini, masih jarang tepung yang terbuat dari uwi. Sebagian masyarakat juga menggunakan uwi wulung sebagai obat thypus. Uwi bisadiekstrak diosgnin, suatu senyawa sejenis saponin yang menjadi prekusor dalam sintesa hormone steroid sebagai bahan baku kontrasepsi oral. Sampai saat ini, pemasaran oleh masyarakat masih terbatas dalam bentuk umbi segar, rebus atau dalam bentuk getuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar