Minggu, 21 Mei 2017

Waspada Gejala Serangan Hama Pada Tanaman Tomat, Segera Lakukan Pengendalian!!

Tomat ialah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat adalah tumbuhan siklus hidup singkat, bisa tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tumbuhan ini memiliki buah berawarna hijau, kuning, dan merah yang biasa dipakai sebagai sayur dalam masakan atau dimakan secara langsung tanpa diproses. Tomat memiliki batang dan daun yang tidak bisa dikonsumsi karena masih sekeluarga dengan kentang dan Terung yang mengadung Alkaloid. Terdapat ratusan kultivar tomat yang dibudidayakan dan diperdagangkan. Pengelompokan hampir selalu didasarkan pada penampilan atau kegunaan buahnya.

Keberhasilan budidaya tanaman tomat dipengaruhi oleh berbagai factor termasuk salah satunya dalah terbebasnya dari serangan hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman tomat. Maka dari itu kami berusaha memberikan pengetahuan untuk para petani tomat tentang beberapa hama tanaman tomat, berikut salah satunya :

*Baca juga : Cara Tepat Budidaya Sayuran Buncis

1. Ulat buah tomat
•    Cri-ciri:
Ngengat atau kupu-kupu hama ini berwarna sawo kekuning-kuningan dengan bintik-bintik serta garis berwarna hitam. Telur diletakkan secara tunggal di bagian pucuk tanaman atau di sekitar bunga. Ukuran telur kecil-kecil dan berwarna kuning. Larva mempunyai warna bervariasi, yakni pada waktu kecil umumnya merah tua sampai hitam, setelah agak besarmenjadi hijau, kuning kecoklat-coklatan sampai merah tua. Tubuh larva berbentuk silinder. Pupa dibentuk di atas permukaan tanah. Daur (siklus) hidup berlangsung selama 52 sampai 58 hari.

•    Gejala serangan:
Ulat yang masih berbentuk larva melubangi buat, sehingga menjadi busuk kemudian jatuh ke tanah. Kadang-kadang larva menyerang pucuk tanaman dan melubangai percabangan.
•    Pengendalian:
Non kimiawi, antara lain secara kultur teknis yaitu dengan menjaga kebersihan kebun (sanitasi) dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang biasanya dijadikan sarang hama. Kimiawi, dengan penyemprotan insektisida.

2. Ulat tanah
•    Ciri-ciri:
Ngengat atau kupu-kupu berwarna coklat tua dengan beberapa titik putih bergaris-garis. Telur berukuran kecil, bentuknya bulat bergaris tengah 0,5 mm, diletakkan secara tunggal atau berkelompok pada tanaman muda dan rumput liar (gulma). Larva (ulat) berwarna coklat sampai hitam, ukuran panjang mencapai 4-5 cm, aktif pada senja dan malam hari; pada siang hari bersembunyi di bawah permukaan tanah. Daur (siklus) hidup berlangsung selama 46 sampai 71 hari.
•    Gejala serangan:
Terpotongnya tanaman muda pada bagian pangkal batang, sehingga tanaman menjadi roboh. Kerusakan yang lebih parah bisa mengakibatkan kerugian yang berarti;yaitu matinya tanaman muda.
•    Pengendalian:
Non kimiawi, yakni secara mekanis (mengumpulkan dan membunuh ulat), dan secara kultur teknis yakni dengan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan liar (gulma). Kimia, dengan umpan beracun.

*Jangan lewatkan harga waring sayur terupdate dari kami, silahkan klik DISINI

3. Kutu kebul
•    Ciri-ciri :
Serangga dewasa berwarna putih dengan sayap jernih, ditutup lapisan lilin yang bertepung.ukuran tubuh serangga berkisar antara 1 sampai 1,5 mm. Telur berwarna kuning terang, diletakkan pada permukaan daun bagian bawah. Daur(siklus) hidup dari telur sampai serangga dewasa berlangsung selama 25 hari. Serangga dewasa biasanya hidup berkelompok dalam jumlah yang banyak, dan bila tersentuh akan beterbangan seperti kabut, sehingga disebutlah “kebul putih”.
•    Gejala serangan:
Terhambatnya pertumbuhan pucuk atau daun, karena kutu kebun mengisap cairan sel daun dan ekskresinya menghasilkan “embun madu” yang menjadi medium tumbuhnya “embun jelaga”. Kutu ini berfungsi sebagai vector penyakit virus.
•    Pengendalian:
Non kimiawi, dengan melakukan pergiliran (rotasi) tanaman yang bukan inang kutu kebul. Kimiawi, disemprot insektisida efektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar