Selasa, 02 Mei 2017

Cara Tepat Budidaya Sayuran Buncis

Siapa yang tidak mengenal buncis?? Buncis merupakan sejenis polong-polongan yang buah, biji, serta daunnya dimanfaatkan orang sebagai sayuran. Sayuran ini kaya dengan kandungan protein.  Buncis merupakan sayur yang kaya dengan protein dan vitamin. Buncis dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah serta mengawal metabolisme gula dalam darah serta amat sesuai dimakan oleh mereka yang mengidap penyakit diabetes atau hipertensi. Kandungan serat serta enzim yang tinggi inilah yang dapat membantu penurunan berat badan.
Berikut merupakan cara tepat budidaya buncis supaya hasil penen lebih optimal.


Persyaratan Benih/Bibit
Ketika akan melakukan budidaya buncis, maka hal pertama yang harus dilakukan ialah pemilihan bibit. Benih yang digunakan harus merupakan benih yang baik. Benih yang baik berasal dari indukkan yang unggul. Bibit yang baik harus memiliki persyaratan tertentu seperti:

  • Memiliki kemampuan untuk tumbuh minimum dari 80-85%,
  • Bentuk utuh, warna mengkilap,
  • Tidak berwarna cokelat terutama pada biji,
  • Bebas dari hama serta penyakit, seragam, tidak dicampur dengan varietas lain, serta bersih dari kotoran.
  • Benih memiliki daya tumbuh tinggi, dapat disimpan lama, tahan terhadap hama serta penyakit, berkembang cepat serta merata

Persiapan Benih Buncis
Benih/biji dipilih dari tanaman buncis yang sehat serta subur. Cara pemilihanya berdasarkan bedengan terbaik tempat buncis tumbuh. Alasan pemilihan tanaman menurut bedengan agar proses penuaan tidak menganggu tanaman lainnya. Jika seleksi benih dipilih berdasarkan individu tanaman maka akan terjadi kegagalan panen pada individu-individu lain yang tumbuh dalam bedengan yang sama. Hal tersebut bisa terjadi karena tanaman yang mengalami proses penuaan buah akan menyedot nutrisi untuk tanaman lain. Sehingga tanaman yang buahnya tidak dibenihkan akan mengalami gagal panen. Buncis yang terpilih untuk calon benih dipetik serta diseleksi. Pilih buah yang besar-besar serta bentuknya sempurna. Kemudian jemur buah buncis di bawah terik matahari hingga kering, biasanya 1-2 hari. Setelah kering, kupas kulit buahnya lalu ambil bijinya. Simpan benih dalam botol kaca yang bersih. Setelah botol terisi penuh oleh benih, isi mulut botol menggunakan abu kayu sebagai penutupnya. Abu kayu berguna sebagai media penutup botol serta untuk menyerap kelembaban. Sehingga kondisi dalam botol tetap kering namun masih memungkinkan adanya pertukaran udara. Biji buncis yang tersimpan dengan baik dapat bertahan dalam suhu kamar selama 6 bulan.
*Baca JugaWaspada! Inilah Hama Pengacau Yang Sering Mengganggu Tanaman Anggrek

Pengolahan Lahan
Bersihkan lahan dari gulma atau rumput liar yang menggangu. Lalu gemburkan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul. Kemudian campurkan kapur secukupnya apabila kondisi tanah asam. Kemudian buat bedengan selebar 1 meter dengan tinggi bedengan berkisar 20-30 cm. Jarak antar bedengan 30-40 cm dengan panjang bedengan disesuaikan lahan.
Buat lubang tanam pada bedengan membentuk dua baris dengan jarak antar baris 50-60 serta jarak dalam baris 30 cm. Benamkan pupuk kandang atau kompos kedalam lubang-lubang tanam tersebut, kurang lebih 1 genggaman tangan. Untuk 1 hektar tanaman diperlukan sekitar 20 ton pupuk kandang atau kompos. Biarkan lahan tersebut selama 1-3 hari.

Penanaman Buncis
Dalam budidaya buncis, biji/bibit ditanam secara langsung tanpa proses penyemaian. Benamkan biji buncis yang siap tanam kedalam lubang yang sudah dibuat. Isi setiap lubang dengan 2 biji buncis. Kemudian tutup menggunakan tanah, lalu siram secara berkala apabila kondisi tanah kering. Kebutuhan benih buncis ialah 50 kg per hektar. Buncis mulai berkecambah pada 3-7 hari setelah ditanam. Pada hari ke-7 biasanya kecambah telah tumbuh secara serempak.

Perawatan Tanaman Buncis
Pemeliharaan yang dibutuhkan dalam budidaya buncis diantaranya pembumbunan tanah, pemasangan lenjer bambu serta pemupukan susulan. Tanaman buncis merupakan tanaman yang tahan kekeringan, sehingga tidak perlu menyiramnya setiap hari. walaupun hujan turun hanya terjadi sekali dalam seminggu, buncis masih dapat tumbuh dengan baik. Penyiraman hanya dilakukan saat kondisi lahan sudah sangat kering.Sekitar 2 minggu setelah tanam, naikkan tanah yang berada di sekeliling tanaman. Maksudnya agar tanah menutupi akar yang menyembul serta memperkuat kedudukan akar. Selain itu, penaikan tanah dimaksudkan untuk menyiangi tanaman penggangu. Dengan penaikan tanah, tanaman pengganggu akan tercabut dari akarnya serta akan mati.

Pemasangan lenjer bambu atau pengajiran dapat dilakukan setelah minggu ke-2. Pasang lenjer bambu sepanjang 2 meter, lalu gabungkan setiap empat lenjer pada pangkal atasnya. Pemasangan lenjer diperlukan agar tanaman merambat naik serta buah tidak mengenai tanah. Pemupukan susulan diberikan pada minggu ke-3. Berikan 1 kepal kompos atau pupuk kandang yang telah matang pada setiap tanaman. Total keperluan untuk pupuk susulan sekitar 20 ton per hektar.

Pengendalian Hama Serta Penyakit
Hama yang kerap ditemui dalam budidaya buncis diantaranya lain kumbang pemotong daun yang merusak jaringan pengangkut. Kumbang ini menyebabkan tanaman kering serta gagal berbunga. Untuk mengusirnya bisa dengan pemberian biopestisida dari ekstrak gadung serta kipait. Namun biasanya penanganan dengan pestisida hayati tidak berlangsung lama. Oleh karena itu  penanganan secara manual malah lebih efektif. Pengambilan kumbang secara manual masih dapat dilakukan. Biasanya dalam lahan berukuran 100 meter persegi dapat ditemukan sekitar 50-100 ekor kumbang.
Beberapa hama lain yang sering menyerang buncis ialah lalat kacang, kutu daun, ulat grayak , penggerek biji serta ulat bunga. Pengendaliannya dengan menerapkan kultur teknis seperti merotasi tanaman, penanaman serempak, membersihkan serta memusnahkan hama secara manual.
Selain hama, penyakit yang sering menyerang buncis antara lain penyakit mosaik daun, penyakit sapu, layu bakteri, antraknosa serta embun tepung. Cara pencegahannya ialah dengan perbaikan drainase serta mencabut tanaman yang mati. Pemakaian benih yang bebas dari penyakit akan menghindarkan serangan di kemudian hari. Jika terpaksa, lakukan penyemprotan menggunakan pestisida hayati.
*Baca Juga : Trik Ampuh Budidaya Buah Nangka Yang Dijamin Mujarab

Panen
Ciri serta Umur Panen
Buncis dapat dipanen saat tanaman telah berumur 60 hari serta polong memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Warna polong agak muda serta suram.
  • Permukaan kulitnya agak kasar.
  • Biji dalam polong belum menonjol.
  • Bila polong dipatahkan akan berbunyi letupan.

Cara Panen
Dalam menentukan saat panen harus setepat mungkin, sebab bila sampai terlambat memanen beberapa hari saja maka polong buncis dapat terserang penyakit bercak Cercospora. Penyakit tersebut sebenarnya cuma menyerang daun serta bagian tanaman lainnya, akan tetapi karena jika pemetikan terlambat, maka penyakit tersebut akan berkembang hingga ke polong-polongnya.
Cara panen dapat dilakukan dengan cara dipetik menggunakan tangan. Penggunaan alat seperti pisau atau benda tajam yang lain hendaknya dihindari karena dapat merusak polongnya. Jika hal ini terjadi maka cendawan atau bakteri dapat masuk kedalam jaringan, sehingga kualitas polong menurun. Jika kualitas buncis jelek, maka harga jualnya juga ikut menurun.

Selamat mencoba,.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar