Kamis, 20 April 2017

7 Langkah Sukses Budidaya Ikan Gurame

Gurame tergolong ikan air tawar yang bersisik dan mudah untuk dibudidayakan. Ikan gurame memiliki potensi yang besar, karena ikan ini memiliki harga yang cukup tinggi dan terus meninkat hingga kali ini.
Ikan gurame memang tidak sulit dalam membudidayakanya namun tidak sedkit pula pengusaha budidaya ikan ini yang kurang berhasil, karena mereka tidak memiliki kunci dalam pembudidayakan ikan gurame.
Kunci sukses dalam usaha budidaya gurame adalah setingan kolam, buat senyaman mungkin air kolam untuk beradaptasi, caranya:
- Persiapan lahan
- Pemupukan lahan
- Persiapan awal tebar benih ikan gurame
- Penebaran benih

1. Persiapan Lahan
Dalam pembudidayaan ikan gurame tentu yang pertama harus kita buat adalah mempersiapkan kolam, dengan menentukan seberapa besar ukuran kolam dan berapa jenis kolam yang dibutuhkan. Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu settingan kolam seperti apa yang akan kita buat dan jenis-jenisnya.

> Kolam penyimpanan induk
Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam mempersiapkan kematangan telur dan memelihara kesehatan induk, kolam berupa kolam tanah yang luasnya sekitar 10 meter persegi, kedalamam minimal 50 cm dan kepadatan kolam induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.

> Kolam pemijahan
Kolam berupa kolam tanah yang luasnya 200/300 meter persegi dan kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi (tergantung dari sistim pemijahan). Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 24-28 derajat C; kedalaman air 75-100 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir. Tempatkan sarana penempel telur berupa injuk atau ranting-ranting.

> Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan
Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada kali benih ikan berukuran 3-5 cm.

> Kolam pembesaran
Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. terkadang dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran bibit sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.

> Kolam/tempat pemberokan
Merupakan tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan

*Jangan lewatkan artikel menarik berikut Keuntungan Penggunaan Mulsa Plastik Pada Budidaya Udang Vaname

2.  Peralatan Budidaya Ikan Gurame
Macam peralatan yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan gurame diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.
Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan gurame antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas),
seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).
#Waring ikan RK Super tersedia di Lim Corporation, info harga waring selengkapnya bisa Anda klik DISINI

3. Pengisihan Air Kolam Ikan Gurame
Mengisi air kolam harus dibuat secara bertahap isi dengan air sampai penuh untuk memungkinkan biota kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. selepas air kolam dipenuhi fitoplankton akan berwarna kehijauan karena tumbuh juga lumut dan tumbuhan lainya . sesudah satu minggu, benih ikan gurame baru siap ditebar.
Pergantian Air harus dibuat setiap 1 minggu sekali karena air akan mengurang dan akan keruh karena penguapan dan juga sisa pakan dan kotoran ikan yang mengendap di dasar kolam. maka perlu di buat pengurangan serta penambahan air kolam sebanyak 30 % supaya sirkulasi air tetap terjaga.
Solusi jika anda tidak ingin terlalu sering mengganti dan menambah air, bisa diatasi dengan mebuat sirkulasi air dengan menggunakan sumbera air. Hal ini pun sangat membantu karena dengan adanya pergantian air secara berkesinambungan akan membuat kualitas air menjadi terjamin.

4. Penebaran Bibit Gurame


Sebelum mebuat penebaran tentu saja anda harus memilih bibit yang memiliki kualitas yang tinggi. Berikut adalah ciri-ciri bibit gurame yang memiliki kualitas tinggi.
1. Keadaan sisik yang mengkilat
2. Selalu aktif berenang di air
3. Ukuran seragam
4. Bebas dari berbagai macam penyakit, sehingga dapat dipelihara dengan baik sesampainya di kolam pembiakan.
sesudah pemilihan benih selesai, dan sebelum Penebaran benih dibuat terlebih dahulu benih ikan dimasukkan ke dalam ember atau bak dan isi ember tersebut dengan air dari kolam yang akan di Tebari , diamkan selama sekitar 20 menit sehingga benih ikan perlahan-lahan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan air akan kemudian menjadi habitat di kolam. sesudah membiarkan selama sekitar 20 menit perlahan benih ikan di tebarkan kedalam kolam. dan umumnya menyebarkan benih berukan 5-7 cm.

5. Pemeliharaan Pembesaran Ikan Gurame
Pemeliharaan pembesaran dapat dibuat secara polikultur maupun monokultur.
- Polikultur
Ikan gurame dipeliharan bersama ikan tawes, ikan mas, nilem, mujair atau lele. Cara ini lebih menguntungkan karena pertumbuhan ikan gurame yang cukup lambat.

- Monokultur
Pada pemeliharaan gurame tersendiri, bibit yang disebar minimal harus berumur 2 bulan. Penebaran bibit sejumlah 500 ekor (ukuran 10-15 cm) diperlukan luas kolam sekitar 1500 meter persegi
a. Pemupukan
Pemupukan dapat dibuat dengan bahan kimia dan pupuk kandang. Pada umumnya pemupukan hanya dibuat 1 kali dalam setiap pemeliharaan, dengan maksud untuk meningkatkan makanan alami bagi hewan peliharaan.

Tahap pertama pemupukan dibuat pada waktu kolam dikeringkan. Pada kali ini pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang sebanyak 7,5 kg untuk tiap 100 m2 kolam, air disisakan sedikit demi sedikit sampai mencapai ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari.

Pada tahap berikutnya pemupukan dibuat dengan menggunakan pupuk buatan seperti TSP atau pupuk Urea sebanyak 500 gram untuk setiap 100 m2 kolam. Pemberian kedua pupuk tersebut ditebarkan menyeluruh ke setiap dasar dan sudut kolam.

b. Pemberian pakan
Gurame adalah spesies ikan pemakan tumbuhan (herbivora) .Akan tetapi ketika ukuran benih ikan Gurame Besar bersipat karnivora, dan oleh karena itu jenis pakan yang diberikan pada kali ukuran benih ikan kecil dalam bentuk kutu air (Daphnia), cacing sutra. Sifat dari ikan gurame herbivora yang terjadi ketika dewasa. Makanan pokok dari ikan gurame dalam bentuk pelet yang dapat diatur gizi, tapi di daerah yang agak sulit untuk mendapatkan pelet, daun alternatif yang sangat baik untuk ikan gurame makanan 2 kali sehari, pagi dan sore hanya cukup untuk pelet 30% kadar protein pakan sedikit lebih baik demi sedikit ikan gurame tidak diklasifikasikan sebagai ikan rakus.

Kecuali pelet makanan untuk ikan gurame dapat ditambahkan. Daun dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan gurame.

* Baca juga Cara Jitu Budidaya Singkong Supaya Hasil Menjadi Melimpah

Berbagai jenis suplemen pakan yang biasa diberikan kepada ikan gurame adalah sebagai berikut:
1. Daun talas / daun talas daun Sente
2. Daun singkong
3. Daun kangkung
4. Daun ubi jalar
5. Daun pepaya
6. Tauge: tauge kacang hijau, tauge kacang merah, tauge dari bibit padi muda labu
7. Pakan buatan, jagung, dedak, dan ampas tahu. Direbus dan kemudian cincang.
Pakan teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan ikan tumbuh lebih cepat. Pada budidaya ikan gurame. menghindari makan berlebihan, jika ada makanan yang tersisa maka itu akan menjadi output pemicu penyakit dan stres. limbah makanan mengandung sejumlah amonia yang merupakan racun bagi ikan gurame. kecuali makan jumlah dan frekuensi hal-hal lain yang biasa yang perlu diperhatikan adalah kualitas air.




6. Pemanenan Ikan Gurame
Umumnya pemanenan dibuat sesudah ikan berumur 2-3 tahun, ikan yang berumur 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0,3 kg/ekor, sedangkan untuk ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat badan 0,7 kg/ekor. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1.5 kg/ekor. Adapun cara penangkapan: air disurutkan sedikit demi sedikit, penangkapan dibuat pada pagi hari. Hindari cara penangkapan yang dapat menyebabkan ikan terluka.
Pembersihan
sesudah air kolam surut, benih digiring masuk ke petak kecil. Kemudian diserok dan dimasukkan ke dalam keranjang panen. Biasanya waktu panen tidak hanya gurame saja yang tertangkap, sehingga sebelum ikan dimasukkan ke kolam pemberokan, harus diseleksi dan dibersihkan terlebih dahulu. Pembersihan benih dibuat selama 1 hari. tujuannya supaya ikan tidak mabuk sewaktu diangkut ke pasar. Lamanya pembersihan disesuaikan dengan besarnya benih.

7. Pemeliharaan Kolam Sesudah Panen 
- Keringkan kolam sebelum diisi air
- Taburkan garam grasak untuk membasmi jamur kali penjemuran kolam
- Gemburkan tanah sebelum di isi air bila kolam tanah

Inilah 7 langkah jitu yang akan membantu Anda sukses dalam berbudidaya ikan gurame,, semoga bermanfaat!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar