Sabtu, 04 Juni 2016

Waring, Pelindung Kebun Anda Dari Hama Siput

Di tengah maraknya gaya hidup sehat belakangan ini, banyak orang mulai memilih untuk mengubah pola makannya dengan memperbanyak makan sayuran dan buah dalam menu sehari-hari. Maka, mulai banyak kesadaran masyarakat untuk berkebun sendiri di rumah. Sehingga hasil sayuran dan buah yang dipanen, dapat langsung dikonsumsi. Dengan berkebun sendiri, anda akan bisa mengatur, jenis sayuran dan buah apa yang ditanam, penggunaan pupuk organik ataukah non organik, jenis perawatan tanaman yang diperlukan, dan lain sebagainya. Sehingga hasil panennya pun lebih terjamin kualitasnya untuk anda konsumsi bersama keluarga.

Apabila anda memutuskan untuk berkebun sendiri, maka salah satu hal yang perlu anda perhatkan adalah pengendalian hama tanaman yang mengganggu. Karena tanpa hama saja, produksi kebun anda bisa menurun lantaran terserang penyakit ataupun pengaruh cuaca. Maka dengan adanya hama pengganggu yang merusak dan memakan tanaman, anda juga harus waspada. Salah satu hama yang banyak ditemui oleh pemilik perkebunan adalah hama siput tak bercangkang (slug). Hewan gastropoda ini banyak berkeliaran di malam hari dan memakan tanaman sayur atau buah dari berbagai jenis. Sangat mengganggu. Dan hama siput ini, konon adalah merupakan hama yang sangat sulit diatasi. Biasanya tukang kebun menggunakan berbagai cara untuk dapat menghalangi siput ini merusak lahan.

Cara yang digunakan antara lain: menggunakan jebakan untuk dapat menangkap siput, menghalangi siput masuk ke lahan, menggunakan pemangsa untuk memakan siput, atau menggunakan pestisida yang dapat mematikan siput. Menggunakan jebakan untuk menangkap siput sebenarnya cukup merepotkan karena berbagai jebakan harus dipersiapkan terlebih dahulu, termasuk berbagai perlengkapan agar siput dapat tertangakp. Misalnya menyiapkan beberapa botol kaca, campuran bir dan susu, tepung jagung, dan lain sebagainya.

Cara yang lain adalah dengan menggunakan pemangsa (predator) untuk memakan siput, seperti cacing parasit (nematoda) atau burung. Tapi kadang cara ini kurang efektif karena burung kesulitan menemukan siput di malam hari, dimana malam hari adalah waktu siput-siput itu banyak menyerbu lahan. Kalau menggunakan cacing parasit, kadang bisa menjadi kesalahan juga karena cacing parasit ini juga bisa menghilang lemyap begitu saja dari kebun anda dan bahkan menyebabkan hama siput lebih banyak datang karena mereka merasa sudah aman dari predator yang memangsa.  Sehingga, untuk menjada kelangsungan proses pemangsaan siput, anda harus rajin membeli cacing parasit ini untuk kemudian menyebarkannya lagi di kebun anda. Cara lain yang juga bisa digunakan adalah menggunakan pestisida atau bahan kima untuk menghalau siput.

Pestisida yang bisa digunakan antara lain adalah amonia, butiran besi fosfat, atau metaldehyde. Tapi siput dapat mengeluarkan lendir dari tubuhnya untuk mengatasi berbagai ancaman pestisida ini, sehingga beberapa bahan pestisida menjadi kurang efektif. Selain itu,  kekurangan dari penggunaan bahan kimia ini adalah juga dapat mempengaruhi hasil kebun anda nantinya. Bahkan untuk metaldehyde akan sangat berbahaya apabila anda juga memiliki hewan peliharaan, karena kandungan meteldehyde dapat membunuh hewan peliharaan anda juga.

Lalu bagaimana dengan penggunaan waring? Waring ternyata telah teruji dapat digunakan untuk mnghalangi siput masuk ke dalam lahan anda. Penggunaannya sangat mudah, karena anda hanya cukup membeli waring seluas lahan kebun di rumah anda, kemudian menutupi tanaman sayur dan buah anda dengan menggunakan waring tersebut. Selain menghalangi siput, waring juga akan dapat menghalangi lahan anda dari hewan pengganggu lain, seperti burung hantu. Setelah kebun anda tertutup waring, anda dapat tetap mengelola kebun anda seperti biasa, termasuk memberi pupuk organik maupun pestisida alami sebagai tambahan penghalang siput merusak tanaman anda. silahkan hubungi kami untuk mendapatkan waring kuat berkualitas yang terbaik bagi kebun anda. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar