Selasa, 26 September 2017

Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan di Drum Plastik!

Dalam pengertiannya di bidang pertanian, budididaya termasuk kegiatan untuk pemeliharaan pada sumber daya yang dikerjakan di suatu area lahan guna diperoleh manfaat dan hasil panennya. Kegiatan ini bisa diartikan sebagai titik utama dari usaha pertanian. Kalau pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti budidaya sendiri ialah "usaha yang bermanfaat serta memberikan suatu hasil".

1. Langkah pertama sebelum memasukkan benih ikan, lebih baik isikan drum memakai tanah yang sudah dicampuri pupuk kandang sekitar 0.5-1 kg serta air lalu dibiarkan sekitar 2 minggu maka akan muncul jentik-jentik. Hal ini berguna supaya zat kimia yang terdapat pada dalam drum dapat larut.

2. Sesudah menunggu sekitar 2 minggu, kemudian barulah dimasukkan air sumur maupun air hujan ataupun air sungai kalau dekat sungai. Selanjutnya masukkan dan letakkan bibit ikan. Drum-drum tersebut bisa dimasukkan benih antara 200-250 ekor. Yang harus dicatat ialah guna awal perluhlah banyak bibit yang bakalan mati, sebab mungkin sedang menyesuaikan keadaan serta kalau Anda peroleh bibit yang mati segera buang serta tetap kontrol keadaan ikan-ikan Anda.

Baca Juga :  Fantastis! Hanya Dengan 5 Cara Ini, Budidaya Belut Anda Bisa Panen Raya!

3. Pakan diberikan dengan teratur, sebab hal ini wajib diketahui para petani ikan supaya tata cara supaya ikan jadi lengkap serta tepat guna. Pemberian pakan ikan dibagi jadi 2 cara, yakni :

A. Pemberian pakan yang dibentuk jadi pelet apung. Pemberian pakannya perlu dikerjakan secara tersebar luas sebab pelet akan ditebar menjadi 3 bagian, guna gampangnya Anda umpamakan 3 bagian kolam itu ialah meliputi ujung kanan, tengah serta bagian ujung kiri.

B. Pemberian pakan pelet tenggelam memiliki cara yang berbeda, pelet tersebut tak disebarka, namun cuma disebarkan di satu titik saja, selaras dengan namanya pelet ini bakal tenggelam ketika ditebar, maka sebarkanlah sedikit-dikit saja, jikalau ikan Anda termasuk ikan yang gemar mengejar pakan bergerak, maka yang dikhawatirkan pelet sudah terlanjur tenggelam tak bakalan dimakan, kalau di titik pemberian pakan tenggelam memiliki respon ikan tampak menurun, baiknya pemberian pakan segera Anda hentikan, ulangi serta kerjakan lagi prosesnya ketika pemberian pakan tenggelam.

Jangan Lewatkan : Waring Ikan Untuk Budidaya Azolla

4. Sesudah memasuki usia 2 bulan maka Anda bisa memisahkan ikan yang berukuran besar serta yang kecil, umumnya terdapat ikan yang berkembang lebih pesat serta terdapat juga mayan lama, oleh sebab itu supaya lebih gampang guna Anda memanennya dengan cara memisahkan masing-masing ikan sesuai dengan ukurannya.

Fantastis! Hanya Dengan 5 Cara Ini, Budidaya Belut Anda Bisa Panen Raya!

Belut termasuk jenis ikan yang jadi salah satu komposisi makanan di Indonesia bahkan Dunia. Belut berusia dewasa mempunyai ukuran yang beragam dari 5 sampai 4 meter, tergantung pada jenis apa spesiesnya.

1. Lahan Ternak
Langkah awal yang perlu Anda siapkan ialah kelengkapan guna budidaya belut. Terdapat beberapa pilihan sarana guna budidaya belut yang umumnya digunakan. Masing-masing sarana pastinya saja mempunyai keuntungan serta kelemahan tersendiri.

- Kolam Terpal
Ukuran pada kolam terpal yang bisa Anda gunakan perlu disesuaikan dengan angka jumlah belut yang bakal dibudidayakan. Ukuran tepatnya ialah sekitar 50-100 ekor/m2

- Tong/Drum
Tak hanya dengan memakai media terpal, tong ataupun drum pun juga dapat dijadikan sarana budidaya belut ini.

- Bak Semen
Bak yang permanen ini termasuk sarana budidaya belut yang paling umum digunakan dan dianjurkan. Namun, pembuatan kolam permanen memerlukan modal yang tidak sedikit.

2. Pemilihan Bibit
Sesudah Anda mempunyai lahan yang cocok dengan jumlah dari belut yang bakal Anda budidayakan, tahap berikutnya ialah memilih bibit belut. Terdapat beberapa aspek yang harus diteliti sebelum Anda memilih bibit yang bakal dibesarkan. Berikut beberapa persyaratan bibit belut yang ideal guna diternakkan :
Baca Juga : Ingin Mencoba Bisnis Baru, Namun Bingung? Yuk, Coba Budidaya Ikan Dengan Keramba!

- Bibit Bebas Dari Luka
Usahakan supaya bibit terhindar dari luka baik sebab gesekan dengan benda yang kasar maupun sebab penyakit, sebab dapat menular ke lainnya.

-  Tidak Lemas Ketika Dipegang
Teliti apakah bibit belut yang bakal dibudidayakan tak lembek, sebab belut mempunyai tubuh yang cukup keras.

- Gerakan Lincah
Belut mempunyai sifat dasar yakni agresif serta jarang sekali diam bahkan ketika Anda pegang, umumnya bakal berusaha guna melepaskan diri.

- Ukuran Benih Seragam (Dianjurkan)
Faktor ini cukuplah penting, karena dengan ukuran yang seragam umumnya tak ada dominasi pada pakan kelak. Jika ada belut yang ukurannya lebih besar umumnya bakal lebih dominan kedepannya.

3. Penebaran Bibit
Belut memerlukan ruangan yang cukup guna berkembang optimal. Jika ruang yang dipunyai kecil umumnya tumbuh belut tak bakal maksimal, menjadi kerdil, lamban pertumbuhan serta air cepat rusak. Guna kepadatan optimal benih belut, lebih baik ukuran panjang sekitar 10-12 cm serta 50-100 ekor/m2.

Dianjurkan guna menyebarkan bibit saat pagi ataupun sore hari supaya belut bebas dari stres. Guna bibit hasil dari tangkapan alam lebih baik dikarantina lebih dulu sekitar 1-2 hari. Tahap karantina dikerjakan dengan menaruhkan bibit ke air bersih yang mengalir. Kasihkan pakan seperti kocokan telur masa karantina.

4. Pemberian Pakan
Guna persentase pakan, lebih baik beri 5-20% dari berat tubuh/hari. Umumnya Anda bakal terbiasa serta dapat memakai feeling ketika ikan telah kenyang ataupun masih kelaparan.

Dianjurkan supaya pakan tetap tercukupi suapaya belut tak jadi kanibal. Pakan diberikan dapat saat sore sebab belut umumnya mencari mangsa ketika sore serta malam hari. Guna pakan bisa diberi seperti cacing lor, cacing lumbricus, cacing merah, ikan cithol, ikan cere, atau juga ikan guppy.

5. Masa Pemanenan
Sesudah sekitar 3-4 bulan masa budidaya, jadi belut umumnya telah siap dipanen. Dengan berat sekitar 3-5 ekor perkilonya, yang berharga jual yakni 32.000/kg. Guna ukuran pemanenan tergantung pada permintaan pasar. Jika 3 -5 ekor begitu besar dapat Anda kurangi lagi.
Jangan Lewatkan : Mengenal Berbagai Jenis Waring dan Manfaatnya

Guna keuntungannya Anda bisa kalkulasikan dengan keseluruhan biaya operasional serta dana modal awal guna membeli bibit, pakan dan juga alat-alat pendukung dan sarana membudidayakan belut.

Senin, 25 September 2017

Ingin Mencoba Bisnis Baru, Namun Bingung? Yuk, Coba Budidaya Ikan Dengan Keramba!

Keramba ialah keranjang ataupun kotak yang dibuat dari bilah bambu guna membudidayakan ikan. Pengertian lain dari keramba ini ialah wadah/tempat budidaya ikan seperti kandang dari bambu maupun papan kayu yang bakal ditempatkan pada badan/tepi sungai.

Ketika Anda akan menekuni bisnis maupun usaha membudidayakan ikan, tentu Anda memerlukan banyak pengetahuan tentang ikan yang akan Anda budidayakan tersebut. Dapat lewat media buku-buku tentang memelihara ikan, maupun berkonsultasi langsung dengan pakar ahli ikan serta pengusaha ikan lainnya yang telah berhasil lebih dulu dalam hal membudidayakan ikan.

Tak hanya itu Anda pula dapat mencari tips dan trik yang sudah tersedia banyak di media online. Selain meliputi cara budidaya ikan, Anda pula wajib memperluas wawasan Anda tentang dunia usaha/bisnis, pemanfaatan peluang bisnis yang ada, cara jadi wirausahawan yang berhasil, serta masih banyak yang lainnya. Sesudah berkonsultasi, selanjutnya langkah awal yang perlu dikerjakan ketika ingin membudidayakan ikan kolam keramba adalah menentukan bibit ikan. Pilih bibit ikan yang tentunya bermutu dan berkualitas, supaya ikan yang akan dihasilkan juga dapat sesuai keinginan Anda serta tuntutan pasar.

BACA JUGA

Waring Ikan Untuk Budidaya Azolla
7 Buah Hasil Persilangan, Yang Bikin Kamu Penasaran Sama Rasanya!
Waring Sayur Pembungkus Buah
Pagar Pelindung Tanaman dari Waring Ikan/Waring Hitam

Sesudah Anda memperoleh bibit ikan, rendamlah bibit ikan pada air yang telah dilarutkan bersama Kalium pemanganat sekitar 15 menit. Selanjutnya kerjakan penyebaran bibit pada kolam, serta diharapkan guna menyebarkan bibit ikan di waktu pagi sebab guna menghindari angka kematian pada ikan yang disebabkan oleh berubahnya suhu air. Tahapan perawatan ikan kurang lebih berlangsung sekitar 4 bulan lamanya.

Tak lupa pula guna memberikan pakan si ikan dengan memakai pelet sekitar 3x dalam sehari, yaitu ketika waktu pagi, siang, serta sore hari. Saat masa pemanenan budidaya ikan Anda telah tiba, diusahakan agar proses pemanenan dikerjakan saat pagi ataupun sore supaya meminimalisir angka kematian pada ikan Anda.

Mengerjakan langkah budidaya ikan memanglah suatu hal yang tidak terlalu sulit, tetapi juga bukan persoalan yang mudah. Itu semua harus di dukung oleh pengarahan dari orang yang sudah berpengalaman lama, supaya proses budidaya ikan Anda berjalan lancar serta memiliki hasil yang maksimal. Salah satunya, teknik budidaya ikan yang paling efektif serta berjalan lancar dan cepat adalah budidaya ikan memakai keramba yang tata cara dasarnya telah dipaparkan lengkap di bagian paragraf-paragraf sebelumnya.

Jumat, 15 September 2017

5 Cara Budidaya Bawal Paling Jitu, Untuk Hasil Panen Yang Melimpah!

Ikan bawal ialah sejenis ikan air tawar berasal dari keluarga Bramidae. Hewan ikan ini asalnya dari wilayah Hawai serta beberapa daerah di wilayah Indonesia.

1. Persiapan Kolam
Sesudah dasar pada kolam dipastikan kering, lalu berikan pengapuran dengan kapur tohor ataupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 meter persegi.
Hal ini untuk guna meningkatkan angka pH tanah, serta bisa juga guna membasmi hama atau patogen yang tahan pada proses pengeringan.

Pemupukan bisa terdiri dari beberapa pupuk, semisal menggunakan pupuk kandang 25-50 kg/100 m2 serta TSP 3 kg/100 m2. Untuk pupuk kandang yang dipakai perlu dipastikan yang telah matang, supaya tak jadi racun.

Baca Juga : Membasmi Hama Tanaman Dengan Pestisida Organik

Sesudah pemupukan rampung, diisi kolam dengan air sekitar 2-3 cm serta didiamkan sekitar 2-3 hari, lalu air kolam diberi tambahan sedikit hingga kedalaman awal sekitar 40-60 cm serta juga terus diatur hingga ketinggian 80-120 cm bergantung dari kepadatan ikan. Kalau warna air telah berubah hijau terang, barulah bibit ikan siap untuk ditebar.

2. Pemilihan & Penebaran Benih
Sebelum benih diteberkan, benih haruslah diadaptasikan dahulu, yang tujuan supaya benih tak dalam keadaan stres ketika ada di dalam kolam.

Cara mengadaptasi : Pertama, bagi ikan yang terbungkus di dalam plastik tertutup rapat bisa dimasukkan ke kolam, diamkan hingga dinding plastik bisa mengembun dengan sendirinya.
Ini menandakan air dikolam serta air di dalam plastik suhunya sama, sesudah itu buka plastiknya serta air dikolam masukkan perlahan saja kedalam wadah plastik tempat bibit hingga benih nampak keadaannya baik. Lalu bibit disebar hati-hati ke kolam ikan dengan perlahan-lahan saja.

3. Kualitas Pakan & Cara Pemberian
Untuk mutu pakan yang bagus ialah pakan yanq memiliki gizi seimbang serta protein cukup, karbohidrat atau lemak dan juga vitamin serta mineral.
Sebab ikan ini bersifat hewan omnivora jadi makanan yang dikasihkan dapat seperti daun-daunan ataupun pelet ikan. Pakan dikasihkan 3-5 % berat badan ikan. Pemberian pakan sendiri bisa disebarkan dengan langsung ke kolam.

4. Panen Hasil
Proses panen bisa dikerjakan sesudah ikan tersebut dipelihara sekktar 4-6 bulan, saat tersebut ikan sudah mendekati ukuran sekitar 500 gram/ekor, berkepadatan 4 ekor/m2.

Jangan Lewatkan : Pabrik dan Distributor Jual Waring Sayur, Karung Jaring, Sak Jaring 

Umumnya alat yang dipakaikan semisal waring ikan lebar lebar. Ikan bawal hasil pemanenan lebih baik penampungannya dikerjakan pada tempat yang cukup luas serta keadaan air tetaplah selalu mengalir lancar.

Membasmi Hama Tanaman Dengan Pestisida Organik

Banyak cara untuk membasmi hama tanaman salah satunya menggunakan pestisida kimiawi yang banyak dijual di pasaran atau di toko-toko pertanian. Menggunakan pestisida kimiawi memang memudahkan karena sudah tersedia instan dan tinggal melarutkan dalam air lalu menyemprotkan pada tanaman. Namun diluar itu juga banyak kekurangan yang dimiliki oleh pestisida kimiawi, salah satunya selain harganya yang cukup mahal pestisida kimiawi ditengarai kurang bersahabat dengan lingkungan dan alam. Sehingga saat ini banyak sekali para petani beralih dari awalnya menggunakan pestisida kimiawi menjadi menggunakan pestisida organik. 

Pestisida organic adalah ramuan obat-obatan yang sengaja dibuat untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Pestisida organic dibuat dari bahan-bahan alami seperti tumbuhan-tumbuhan, hewan dan mikroorganisme lainnya. Dikarenakan diramu dengan bahan-bahan yang didapatkan di alam bebas, pestisida jenis ini jauh lebih ramah terhadap lingkungan dan tentu lebih aman bagi kesehatan manusia itu sendiri.

Jika kita membandingkan pestisida organic dengan pestisida kimiawi, maka pestisida organic memiliki beberapa kelebihan.

Baca Juga : Lakukan 4 Cara Ini, Jika Anda Ingin Sukses Budidaya Ikan Baung!

Kelebihan pertama, pestiisda  jenis ini lebih ramah terhadap alam dan lingkungan, karena sifatnya terbuat dari material organik yang sangat mudah terurai menjadi bentuk lainnya. Sehingga efek yang ditimbulkan oleh racunnya tidak bertahan dalam waktu yang  sangat  lama di alam bebas.

Kedua, tanaman yang di rawat dengan menggunakan pestisida organic lebih aman untuk dikonsumsi karena residu pestisida organic tidak menempel terlalu lama pada tanaman.

Ketiga, dari sisi ekonomi pestisida organic jauh lebih ekonomis dan memberikan nilai tambah pada produk  yang dihasilkan. Produk pangan yang tidak menggunakan pestisida kimiawi harganya jauh lebih baik bila disbanding dengan produk konvensional.  Selain itu juga, pembuatan pestisida organic dapat dilakukan secara mandiri oleh para petani sehingga bias menghemat banyak pengeluaran untuk biaya produksinya.

Keempat, menggunakan pestisida organic  yang diintegrasikan dengan cara pengendalian hama yang terpadu tidak akan menimbulkan resistensi pada hama tanaman.

Namun selain memang banyak kelebihannya, bukan berart i pestisida organic tidak memiliki kelemahan. Beberapa kelemahan dari pestisida organic adalah :

Pertama kurang praktis karena tidak instan dan harus melalui proses pengolahan.
Kedua pestisida organic tidak bias disimpan dalam waktu yang terlalu lama, karena mudah rusak.
Ketiga harus selalu membuat atau mengolah pada setiap kali mau menggunakannya
Keempatbahan-bahan untuk membuat pestisida organic sangat sulit untuk didapatkan dalam jumlah dan kontinuitas yang memadai.
Kelima efek atau dampak yang didapat dari menggunakan pestisida organic kurang efektif, karena hasil penyemprotan pestisida organic dampaknya tidak secepat pestisida kimia sintetis. Perlu tempo dan waktu serta frekuensi penyemprotan  yang  lebih banyak agar lebih efektif. Terakhir pestisida organic tidak tahan terhadap sinar matahari dan hujan.

Namun yakinlah walaupun pestisida organic dan pestisida kimia wisama-sama meiliki kekurangan dan kelebihan namun menggunakan pestisida organic tentulah lebih bijak dan lebih baik mengingat alam yang  semakin rusak karena penggunaan pestisida kimiawi secara berlebih. Dan seiring perkembangan teknologi  pertanian organic saat ini sudah banyak inovasi-inovasi  yang ditemukan untuk melengkapi kekurangan-kekurangan pada penggunaan pestisida organik.

Jangan Lewatkan : Pabrik dan Distributor Jual Waring Sayur, Karung Jaring, Sak Jaring

Pestisida organik di buat dari bagian tumbuhan yang mengandung zat aktif dari kelompok metabolit sekunder seperti  alkaloid, terpenoid, fenolikdanzat-zat kimia lainnya. Dengan tanaman berbahan aktif ini bias mempengaruhi hama dengan beberapa cara seperti menghalau, menghambat makanan hama,  menghambat pertumbuhan hama, menarik hama dan bisa juga sebagai racun sangat mematikan. Sedangkan, pestisida organik yang dibuat dari bagian tubuh hewan biasanya berasal dari air urin. Berbagai mikroorganisme juga ditemukan bias mengendalikan hama yang dapat digunakan untuk membuat pestisida organik.

Kamis, 14 September 2017

Lakukan 4 Cara Ini, Jika Anda Ingin Sukses Budidaya Ikan Baung!

Baung ialah nama sekelompok ikan yang tergolong dalam keluarga Hemibagrus, yang bersuku Bagridae. Ikan ini tersebar luas di wilayah India, Cina Selatan, serta Asia Tenggara dan juga populer dengan banyak sebutan nama di beberapa daerah, semisal ikan duri, baong, baon, bawon, senggal dan juga singgah, tagih/tageh, niken, tiken, siken, tiken bato, serta masih banyak nama lainnya.

1. Pemilihan Lokasi Kolam
Hal pertama guna ingin menekuni bisnis budidaya ikan baung, ialah Anda harus memilih letak lokasi strategis guna membuidayakannya. Lokasi guna kolam budidaya baung ini haruslah kolam tanah dengan air tenang.

Untuk tanah yang cocok guna kolam ialah tanah yang bersfat kokoh/kuat, bisa menampung banyak air, bersifat subur, tak berbatu, sumber air tidak gampang kering ketika kemarau, serta pula terhindar jauh dari polusi limbah serta bahan beracun.

Sifat fisika kimia air, semisal suhu air lebih baik dikisarkan antara 26—30°C, untuk pH dikisarkan antara 4—9 ppm, dan untuk kandungan oksigen minimal sekitar 1 mg/liter serta optimalnya ialah 5—6 ppm, terakir ialah kandungan NH3 tak kurang dari angka 1,5 .

Baca Juga : Panduan Lengkap & Praktis Budidaya Nanas "Buah Rumah Spongebob"

2. Konstruksi Kolam
Untuk bentuk pada kolam sendiri, lebih baik bentuk empat persegi panjang, dan bentuklah pematang trapesium menggunakan kemiringan sekitar 1:1, serta pada bagian atas di pematang bisa ditanami beberapa tanaman air guna mencegah/menghindari terjadinya erosi. Ketinggian pematang berkisar antara 1,5 — 2 meter yang bisa diberikan tanah maupun tembok.

3. Persiapan Kolam
Keringkan dahulu dengan di diamkan saja lalu berikan kapur CaCO3 yang berdosis 180—370 kg per hektar atau pertahun guna membasmi pemangsa serta hewan lain yang membahayakan hidup ikan. Tak hanya itu, langkah tersebut dikerjakan guna mengurangi tingkat keasaman pada tanah serta air kolam.

Kolam bisa pula diberikan pupuk seperti pupuk organik 1kg per m2 atau tiap periode maaupun dengan pupuk anorganik 1 gram per m2 atau tiap periode.

Ketinggian air budidaya sekitar 0,5 m serta debit air sekitar 10—15 liter/detik per hektar. Satu langkah sebelum air di masukkan ke dalam kolam budidaya, pintu pada masuknya air diberikan saringan guna mencegah hama serta kotoran yang bisa masuk ke dalam kolam pemeliharaan.

Jangan Lewatkan : Pabrik dan Distributor Jual Waring Sayur, Karung Jaring, Sak Jaring

4. Penebaran Benih
Proses ini dikerjakan sesudah air didiamkan sekitar kurang lebih 1 bulanan, menggenang pada kolam ikan. Untuk kedalaman air sendiri, lebih baik sekitar 50—80 cm. Bibit ikan yang disebarkan perlu berukuran sekitar 2—3 gram berkepadatan tebar sekitar 60—100 ekor per m2.

Kamis, 24 Agustus 2017

Panduan Lengkap & Praktis Budidaya Nanas "Buah Rumah Spongebob"

Tanaman Buah Nanas yang umum dipeliharakan orang telah kehilangan suatu kemampuan berkembangbiak secara seksual, tetapi dapat pula dikembangakan tanaman nanas pada bagian 'mahkota' buahnya yang termasuk sarana berkembangbiak dengan cara vegetatif. Nanas dapat meningkatkan sistem pencernaan serta mengurangi adanya jerawat.


* Syarat Tumbuh

Iklim amat memengaruhi proses penanaman serta perkembangan nanas. Curah hujan, ketinggian, kelembaban, sinar matahari, serta suhu sangat perlu diperhatikan. Area lahan yang cocok ialah area yang berada pada 30 derajat LU serta 30 derajat LS. Untuk curah hujan yang diperlukan ialah berkisar 600-3500 mm pertahun. Kadar lembabnya tanah juga berpengaruh bagi tanaman ini sebab kalau cukup lembab, diawal masa pembungaan, jadi hal itu bakal menghambatkan proses tumbuhnya buah serta daunnya bakal cukup banyak.
#Baca juga 5 Tahapan Praktis Dalam Budidaya Terong Ungu, Yang Perlu Anda Terapkan!

* Pembimbitan & Persemaian

Proses pembibitan amat penting sebab tentunya dapat memberikan hasil panen yang cukup signifikan. Pasti Anda memerlukan zat pengatur tumbuh guna mempersingkat waktu pertumbuhan akar sebab ini penting serta signifikan.

Bibit perlu dirawat secara baik serta dikerjakan penyiraman dengan berkala. Pagi serta sore hari ialah saat yang pas guna menjaga kadar lembab media tanah. Sesudah bibit siap, jadi bibit dapat dipindah dilahan yang telah disediakan guna ditanam. Banyak langkah menanam serta bibit umumnya telah mencapai ketinggian 25-30 cm serta berusia berkisar 3-5 bulan.

* Pemeliharaan & Perawatan

Nanas memerlukan perawatan yang baik meliputi : penyiangan, pengairan serta juga pemupukan. Penanganan gulma serta penyakit juga dikerjakan bersamaan dengan penyiangan. Guna pemupukan dikerjakan memakai pupuk yang telah dibenamkan didalam parit yang sudah dibikin sedalam 10-15 cm. Umumnya pupuk yang dipakai adalah Urea serta KCI.

Hama memang menjadi kompleks bagi tanaman ini serta penanganan hama terpadu ialah menggunakan pestisida memakai dosis yang tepat. Hal ini bakal menyelaraskan kondisi tanah, maka jika dosis tak sesuai dapat menyebabkan fatal untuk kondisi tanah serta petani pastinya.
#Info harga MPHP terlengkap dan terupdate hanya bisa Anda lihat DISINI

* Pemanenan & Pasca Panen

Panen dapat dikerjakan sesudah usia 24 bulan guna bibit dari mahkota serta 18 bulan guna bibit dari tunas akar. Nanas yang telah siap di panen ialah nanas yang mahkota pada buahnya telah terbuka serta pula mata buah telah cukup mendatar, bulat serta besar. Pada bagian dasar buah telah berwarna kuning serta beraroma harum. Buah nanas di potong memakai pisau yang steril supaya tak memar serta keadaannya tetap bagus dan utuh, baik itu nanas madu maupun nanas merah.